mahamantra page 32

itulah sejogia, akan tak pakai bunga djuga boleh, Tjaranja lebih dahulu menjibuk
air sesibur diberi do'a, lalu selandjutnja dibuat mandi, inilah do'anja:
"Niatku mandi, memandikan saudaraku jang empat kelima pantjar,
penumpuan kakiku batu tjendani, djambanganku katja, siburku
tjembulnja iman, bumi bersuka, air sutji, bada selesa disempurnakan".
65.Do'a meringankan sakit mata.
"Nénék laki-laki dan nénék perempuan jang setia akan keluarga,
mata sakit obatilah, air mata mempngaruhi, air mata mempngaruhi.
Dua-dua telapak tangan diembus 3 kali serta dengan menahan nafas,
lalu disapukan pada kelopak mata jang sakit.
66. Do'a memadamkan sakit panas.
Tjaranja; daun sambakeling 7 helai, diremad dengan air, airnja
lalu disaring 7 kali, ambillah sedikit air itu diminumkan orang
jang sakit, sisanja dipergunakan djaram bagi orang jang sakit.

Ketika hendak mengerdjakan itu, lebih dulu tangannja jang mengerdjakan
diukup diatas dupa, lalu mulai mengerdjakan dengan berdo'a demikian:

"Nénék Bathara Surja! Saja minta pertolongan, obatilah sakitnja si ....
Djajuda, Djalati, Djalakup". Dibatjakan hingga 3 kali.
67.Do'a penolak penjakit, sjaitan dan tenung.
Diutjapkan setiap waktu soré, atau kalau mendjagaï orang sakit.
"Allahumma, linta-lintu, tiada berambut tiada bergigi, tiada
makan tiada tidur, menantikan djaraknja penggaruk, meski digaruk
dan dibadjak menjendullah sebagai batu, daun njiur jang muda
kuning warnanja, menudju pengantjing, kantjingnja Nabi Suléman,
ada penjakit kembali diluar, ada sjaitan kembali didjalan, ada tenung
kembali didjalan raja, ada iblis kembali ditjutjuran atap, kembali atas
iradat Tuhan, la ilaha il'llah, Muchammad-Rasull'llah".
68.Do'a penawar sebaranga, agar supaja selamat.
Diutjapkan setiap waktu soré.
"Aku berdo'a, do'a pohon kaju-kajuan agung, tumbuh ditengah

Komentar