Sebelumnja mentjebur membatjakan do'a ini:
"Kandjeng Nabi Kidlir! Kandjeng Susuhunan Kalidjaga!
bukakanlah pintunu, aku hendak mendatangi lingkunganmu, kut
air kulja djati, ja akulah sedjatinja manusia, jang teguh mengindjak
didalam air, kun pajakun tjahaja telah berada padaku, Kandjeng
Nabi Kidlir! Kandjeng Susuhunan Kalidjaga! aku minta berdjumpa
dengan kamu, minta restumu mudahkanlah apa jang kutjapai".
Menjelamlah supaja kepala sampai basah dan sedjuk.
58.Do'a niat menjapu.
"Niatku menjapu, halamanku si awan mengandung hujan,
sapuku si kisi-kisi besi, tempat sampahku Ma' Sri Bertimbun,
jang menjapu perawan sedjati".
59.Do'a niat mengisi kendi.
"Niatku mengisi kendi, kendiku kendi petola, tjeratannja
tjeratan perak, terak berisi do'a selamat, selamatlah jang mengisi,
selamatlah jang minum, selamat atas iradat Tuhan".
60.Do'a niat minum djamu (obat).
Djikalau hendak minum djamu, djamunja direnung dengan
berdo'a, do'a ini:
"Niatku berdjamu, danau terbuka, ada diatas djadi tjahaja, ada
dibawah djadi rasa, rasa mulia kembali semula rasanja zatu'llah".
61.Do'a permohonan deradjat.
Dipertapakan berdjalan-djalan kaki pada waktu malam, tak berkata
dan tak berpaling, dengan berdo'a dibatin:
"Bismillahi-rrahmani-rrahimi, sang peng-angan-angan, kehendakku
mesralah dengan kehendaknja .... berada diangan-anganku, mesralah
pada zatnja wahju deradjat jang kuangkat, atas iradat Jang Maha Sutji".
62.Do'a permohonan nugerah Tuhan.
Lakunja : sutji, sabar dan réla hati, do'anja demikian:
I. "Sall'llahu 'alaihi wassalam, Mutmainah, tjahaja dari rasa mulia,
jang meliputi pada zat djismaniku, ajunkanlah nugerahku, dari awal
sampai achir, atas firman Jang Maha Sutji, ja hu akbar".
Adapun pemeliharaanja ialah, tiap malam hari Selasa Legi, berpakaianlah
serba putih, melakukan tjara bersidekap siku tunggal,
"Kandjeng Nabi Kidlir! Kandjeng Susuhunan Kalidjaga!
bukakanlah pintunu, aku hendak mendatangi lingkunganmu, kut
air kulja djati, ja akulah sedjatinja manusia, jang teguh mengindjak
didalam air, kun pajakun tjahaja telah berada padaku, Kandjeng
Nabi Kidlir! Kandjeng Susuhunan Kalidjaga! aku minta berdjumpa
dengan kamu, minta restumu mudahkanlah apa jang kutjapai".
Menjelamlah supaja kepala sampai basah dan sedjuk.
58.Do'a niat menjapu.
"Niatku menjapu, halamanku si awan mengandung hujan,
sapuku si kisi-kisi besi, tempat sampahku Ma' Sri Bertimbun,
jang menjapu perawan sedjati".
59.Do'a niat mengisi kendi.
"Niatku mengisi kendi, kendiku kendi petola, tjeratannja
tjeratan perak, terak berisi do'a selamat, selamatlah jang mengisi,
selamatlah jang minum, selamat atas iradat Tuhan".
60.Do'a niat minum djamu (obat).
Djikalau hendak minum djamu, djamunja direnung dengan
berdo'a, do'a ini:
"Niatku berdjamu, danau terbuka, ada diatas djadi tjahaja, ada
dibawah djadi rasa, rasa mulia kembali semula rasanja zatu'llah".
61.Do'a permohonan deradjat.
Dipertapakan berdjalan-djalan kaki pada waktu malam, tak berkata
dan tak berpaling, dengan berdo'a dibatin:
"Bismillahi-rrahmani-rrahimi, sang peng-angan-angan, kehendakku
mesralah dengan kehendaknja .... berada diangan-anganku, mesralah
pada zatnja wahju deradjat jang kuangkat, atas iradat Jang Maha Sutji".
62.Do'a permohonan nugerah Tuhan.
Lakunja : sutji, sabar dan réla hati, do'anja demikian:
I. "Sall'llahu 'alaihi wassalam, Mutmainah, tjahaja dari rasa mulia,
jang meliputi pada zat djismaniku, ajunkanlah nugerahku, dari awal
sampai achir, atas firman Jang Maha Sutji, ja hu akbar".
Adapun pemeliharaanja ialah, tiap malam hari Selasa Legi, berpakaianlah
serba putih, melakukan tjara bersidekap siku tunggal,

Komentar
Posting Komentar