hari 7 malam, penghabisannja djangan terkena/melihat sinarnja api 1 hari
1 malam. Inilah do'anja:
"Aku mengutjapkan adjiku Jang murah didunia Jang tjinta kasih diachirat,
aku teguh dari Allah, aku sakti dari Allah, teguh sedjatinja abadi, kekuasaan
sedjati berdirinja iradat djati, duduk digunung kekuasaan, besi merah bertutup
sabda, besi putih bertutup tjahaja, besi kuning iradat djati tak kena berubah, ja hu chaq".
83.Mentera bagi kanak-kanak kena sawan.
"Bismillah, ma' déwi bisun! aku minta tanda pengenalan Allah, ketulusan
jang baik, jang hidup dengan sehat wal'afiat, kyai galindang-galindung!
jang berparuh bertjula bertjaling, tjotjoklah lara merananja si baji,
djatuhkanlah di samudera, tiggallah kuat 'afiatnja: ada burung datang
dari seberang, berparuh mas, tjotjoklah lara merananja si baji, bawalah
keasal-mulamu, sehatkanlah dengan ludah putih: ada anak dari seberang
datang di Djawa minta makanan, tidak punja barang makanan, hanja lara
merananja si baji, gigitlah bawalah keasal-mulamu di seberang".
84. Mentera menerkup perut orang senak.
"Ada lara masuk segara perut, melintang patah, masuk tenggelam, lebur
musna laranja si baji, dingin sedjuk oleh karena ludah putih".
85.Mentera untuk mengambil air nira(==mendérés), atau mengeluarkan air
susu perempuan(==mantjawara).
"Tua laki-laki berkerumun, saluran pelapah, pantjuran tangkai majang enau,
kurang tangkai majang enau lebih banjak air, ditutuk memantjur, tuk tjur tuk tjur tuk tjur".
86. Mentera lagi untuk mendérés dan mantjawara.
"Tangkai majang enau putih dihinggapi burung pipit putih, diembat dengan
tali putih, luput burung pipitnja kena tangkai majang enaunja (atau susunja),
ditutuk memantjur, tuk tjur tuk tjur tuk tjur".
1 malam. Inilah do'anja:
"Aku mengutjapkan adjiku Jang murah didunia Jang tjinta kasih diachirat,
aku teguh dari Allah, aku sakti dari Allah, teguh sedjatinja abadi, kekuasaan
sedjati berdirinja iradat djati, duduk digunung kekuasaan, besi merah bertutup
sabda, besi putih bertutup tjahaja, besi kuning iradat djati tak kena berubah, ja hu chaq".
83.Mentera bagi kanak-kanak kena sawan.
"Bismillah, ma' déwi bisun! aku minta tanda pengenalan Allah, ketulusan
jang baik, jang hidup dengan sehat wal'afiat, kyai galindang-galindung!
jang berparuh bertjula bertjaling, tjotjoklah lara merananja si baji,
djatuhkanlah di samudera, tiggallah kuat 'afiatnja: ada burung datang
dari seberang, berparuh mas, tjotjoklah lara merananja si baji, bawalah
keasal-mulamu, sehatkanlah dengan ludah putih: ada anak dari seberang
datang di Djawa minta makanan, tidak punja barang makanan, hanja lara
merananja si baji, gigitlah bawalah keasal-mulamu di seberang".
84. Mentera menerkup perut orang senak.
"Ada lara masuk segara perut, melintang patah, masuk tenggelam, lebur
musna laranja si baji, dingin sedjuk oleh karena ludah putih".
85.Mentera untuk mengambil air nira(==mendérés), atau mengeluarkan air
susu perempuan(==mantjawara).
"Tua laki-laki berkerumun, saluran pelapah, pantjuran tangkai majang enau,
kurang tangkai majang enau lebih banjak air, ditutuk memantjur, tuk tjur tuk tjur tuk tjur".
86. Mentera lagi untuk mendérés dan mantjawara.
"Tangkai majang enau putih dihinggapi burung pipit putih, diembat dengan
tali putih, luput burung pipitnja kena tangkai majang enaunja (atau susunja),
ditutuk memantjur, tuk tjur tuk tjur tuk tjur".

Komentar
Posting Komentar